another side of …

Artikel ini saya dapat dari kompas.com. Selain suka sepeda, saya tergerak hati oleh filosofi Mbah Ngatijo ini. Bagusnya lagi, ia sudah menurunkan sifat tidak aji mumpung itu kepada dua anaknya.

ngatijo“Mari, dik. Saya perlihatkan bentuk porok depan Burgers, biar tahu bentuk aslinya. Sepertinya saya masih menyimpan porok (garpu) depan pit onthel itu di gudang,” begitu diucapkan Ngatijo (60), kepada Kompas, sembari tersenyum ramah.

Mbah Ngatijo sejenak beranjak menuju gudang, memilah-milah puluhan garpu depan aneka merek sepeda kuno yang ditumpuk di sudut gudang. Tak berapa lama, tangannya mengangkat barang dimaksud yang sudah kusam dan karatan di sana-sini.
Read more… »

Uji Dengkul ke Gunung Geulis

Sentul - Gunung Geulis menawarkan tantangan dan hiburan yang berbeda dibandingkan dengan jalur Bojongkoneng. Terlebih ini pertama kali bagi kami - tim KGC - menyusuri jalur ini.

img_2760Berkumpul di rumah salah satu anggota KGC di kawasan Sentul City, kami berenam - Yusri, Supri, Fredy, Paulus, Gussur, AH - berangkat dari kawasan perumahan Sentul City pukul 8.30. Sudah kesiangan memang, tapi ya masak agenda dibatalkan gara-gara kesiangan padahal tim sudah berkumpul?

Melewati jalur nanjak Bojongkoneng, track Sentul - Gunung Geulis berbelok ke kanan begitu terlihat plang Rainbow Hills Golf. Namun sebelum sampai sini, Mas Supri sudah keteteran. Maklum, ia anggota yang paling sepuh dalam rombongan. Beristirahat di warung sebelum tanjakan panjang yang berakhir di Rainbow Hills Mas Supri berjibaku melawan kelelahan dengkul. Kombinasi tuntun dan genjot akhirnya tanjakan etape pertama bisa ditaklukkan.
Read more… »

Ati2, Naik Taksi ke Gili

Sebelum menimbulkan pertanyaan, yang saya maksud hati-hati di sini bukan ke persoalan taksi, tapi ketika mau sampai ke Bangsal (dermaga yang menuju ke Gili Marta - Meno Air Trawangan).

cidomoKarena mengejar waktu, ketika dari Labuan Lombok Timur ke Gili Trawangan saya menggunakan taksi ketika sampai di perempatan daerah Kebonbaru (?).  Dari sini langsung menuju ke Pusuk Pass dan turun menuju ke Bangsal Pemenangan.

Read more… »

Drini, Sendiri Menyepi

Ya, ke Pantai Drini kita bisa menyepi di pinggir pantai berpasir putih. Jika mau berendam, berjalanlah agak jauh dan akan menemukan semacam atol di bawah “kerindangan” batu karang.

033Pantai Drini berada di kawasan pantai selatan Gunung Kidul, yang membujur dari Pantai baron di Barat hingga Pantai Siung dan Pantai Wediombo di Timur. Pantai ini masuk wilayah Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Saya tertarik ke sini karena belum pernah dan mendapat kabar bahwa pantai ini cukup sepi. Jarak dari jalan raya cukup jauh melalui perbukitan dan jalan kecil. Berbeda dengan Pantai Baron misalnya, yang sudah terkenal dan aksesnya mudah.

Ada sedikit kejadian yang memalukan. Berbekal dengan koordinat GPS yang saya peroleh dari navigasi.net, saya pun meluncur ke Pantai Drini. Melalui kelokan, tanjakan, dan juga turunan - khas wilayah Gunung Kidul - saya pun sampai di gerbang Pantai Baron. Sebelum sampai parkiran Baron harus belok kiri kalau mau ke Pantai Drini. Meski sudah melewati plang Pantai Drini ke arah kiri namun aku cuek saja sebab pemandu belum bilang belok kanan. Sampai melewati plang Pantai Drini lagi masih juga belum diberi tahu.
Read more… »

Gara-gara Sekring

Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak mengerti? Entahlah, yang jelas mengerti dan memahami suatu alat yang kita punya mutlak kita lakukan agar tak bermasalah di kemudian hari.

sekring1Apa yang aku alami waktu liburan ke Jogja menyadarkan diriku untuk mengamini pernyataan tadi. Gara2 tidak mengerti alarm aku repot saat ada masalah. Sewaktu mengantar 01 ke terminal bus aku parkir di parkiran terminal. Seperti biasa Simeta aku kunci menggunakan alarm.

Saat mau pulang, begitu mencet tombol alarm tidak ada respon, aku mikir batere remote sudah mulai lemah. Langsung aku keluar terminal dan mencari batere CR2032. Ternyata susahnya minta ampun. Di setiap toko yang ada di seputaran terminal yang aku kira menjual batere kancing seperti itu tidak ada yang menjualnya. Mulai dari Alfamart, toko elektronik, tukang servis jam, sampai toko onderdil mobil.
Read more… »

Tour de Gunung Bunder

Termasuk gowesan terjauh selama ini (110-an km), Tour de Gunung Bunder memberikan pelajaran bagiku. Ya, perlu membawa Panadol selain obat-obatan standar.

Profil Tanjakan Gunung Bunder

Penampang Melintang Tour de Gunung Bunder

Ini merupakan salah satu gowesanku yang terjauh. Jika dihitung dari rumah sekitar 110 km. Mengetes dengkul dan ketahanan menggenjot sepeda karena medannya nanjak (lihat gambar). Sebagai persiapan jika diajak touring bersepeda. Dulu pengen banget touring dengan motor, tapi kini kok malah demennya pakai sepeda.

Janjian dengan Fredy di seberang Citos pukul 06.00 ternyata aku agak molor dikit. Baru sampai Cilandak sudah ditelepon Fredy yang memberi tahu ia sudah di depan RS Fatmwati. Ya wis, aku pun agak mempercepat gowesan dan sampai di tikum sekitar pk 6.10. Sempat ditanya apa bawa pompa. Ternyata ban belakang Fredy agak kempes.
Read more… »

Kanker masih menjadi penyakit yang mematikan. Sudah begitu, terapi yang dijalani amat menyiksa. Soalnya tak hanya sel kanker yang diserang, sel yang baik pun terkena serangan. Oleh sebab itu, pengobatan kanker pada umumnya memiliki efek samping yang kurang nyaman bagi tubuh. Ilmuwan lalu mencari agar terapi kanker cespleng, tak menimbulkan efek samping dan langsung menuju sasaran.

Perang terhadap kanker memang terus dikumandangkan mengingat Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tahun 2007 ada 7,9 juta angka kematian (atau 13% dari total angka kematian di seluruh dunia akibat penyakit) disebabkan oleh kanker. Angka sebesar itu menempatkan kanker sebagai pembunuh nomor dua di dunia setelah penyakit kardiovaskular.

Dari data yang ada, WHO memperkirakan bahwa tahun 2030 angka tadi akan melonjak menjadi 12 juta. Yang juga menjadi perhatian lainnya, 72% kematian akibat kanker terjadi di negara-negara miskin dan berkembang. Tantangan yang harus dipecahkan sebab pengobatan kanker identik dengan biaya mahal.

Seperti yang dikatakan Dr. Dimitris Voliotis, President of Global Clinical Development (Oncology) at Bayer Healthcare in Montville, New Jersey, Amerika Serikat saat membuka loka latih media “Taking Life Further for Cancer Patients” di Shangri-La Far Eastern Plaza Hotel Taipei, “Terapi kanker telah berkembang selama 100 tahun terakhir, namun kanker tetap menjadi sebuah tantangan untuk ditaklukkan. Kami berupaya menemukan terapi kanker yang inovatif dan nyaman bagi pasien. (Kalaupun tidak bisa menyembuhkan) setidaknya bisa memperpanjang usia hidup pasien.”
Read more… »

Misteri Cipularang

Benarkah Tol Cipularang membelah kawasan yang penuh misteri? Boleh percaya boleh tidak, inilah kejadian yang dialami oleh teman saya.

Teman saya melintas di Cipularang dari Jawa mau balik ke rumahnya di kawasan Ciputat. Ia menggunakan mobil Isuzu Panther. Yang menjadi sopir saat itu adalah sepupunya. Sedangkan sopir aslinya duduk di kursi penumpang depan. Teman saya tidur di bangku tengah, sedangkan bangku belakang diisi oleh dua pembantunya.

Memasuki tol Cipularang dari gerbang Cileunyi sudah dinihari. Sepupu teman saya melarikan kendaraan dengan cukup kencang karena jalanan sepi dan ia juga buru-buru sampai rumah. Menjelang km 82, pembantu teman saya yang di belakang bilang ke sopir untuk pelan-pelan. Katanya ia melihat seorang kakek di pinggir jalan yang memperingatkan untuk memelankan laju kendaraan.

Sepupu teman saya tadi bukannya menuruti malah cuek saja. Alasannya ia ingin cepat sampai Jakarta. “Aku juga ingin cepat beristirahat,” begitu katanya.

Tak seberapa lama, pada jalan menurun mobil keluar jalur dan kehilangan kendali. Mobil berguling-guling sampai lima kali sebelum akhirnya berhenti di rerumputan. Teman saya terlempar pada gulingan ke-3 ke tengah jalan dan beruntung diangkat oleh sopirnya yang tak cedera serius. Sopirnya tak mengalami cedera serius karena terlindungi oleh sabuk pengaman yang sayang tak dikenakan oleh sepupu teman saya itu. Ia meninggal di tempat karena dadanya tertekan setir mobil. Satu orang pembantu yang di belakang juga meninggal terlempar.

Siapakah kakek-kakek yang memperingatkan pembantu teman saya itu untuk berjalan pelan?

Indikatornya Putih

Sering kita diingatkan untuk mengonsumsi air delapan gelas sehari. Atau dalam takaran 1,5 liter sampai 2 liter. Benarkah saran itu?

Dalam acara learning forum di kantor saya, dr. Tan Shot Yen menjawabnya salah! Alasannya, tubuh seseorang itu berbeda-beda. “Dua liter bagi dia yang tinggi gemuk mungkin cukup. Tapi bagi saya yang kecil ini, kebanyakan,” katanya. Selain postur tubuh, lingkungan juga berpengaruh dalam hal konsumsi air ini. Orang yang bekerja seharian di dalam ruangan ber-AC konsumsi airnya tentu berbeda dengan mereka yang bekerja di luar ruangan.

Lalu, apa takaran yang pas untuk menilai bahwa kebutuhan air kita sudah cukup?

Gampang saja kok! Air seni kita berwarna bening.

Jadi, saat kencing cek saja apakah warnanya bening atau keruh. Jika keruh berarti kurang, silakan tambah air minum jika tidak mau mengalami kekurangan cairan. Jika sudah bening, pertahankan.

Bojongkoneng di wilayah Sentul sudah terkenal sebagai ajang latihan menanjak. Ada dua jalur yang bisa dilewati, yakni melalui Taman Budaya Sentul, dan satunya melalui Rainbow Hills. Masing-masing memiliki plus-minusnya.

Melalui Taman Budaya saat ini jalannya banyak yang rusak. Meski jalannya sempit namun relatif teduh. Jarak tempuh melalui jalur ini sekitar 10 km. Sepanjang jalur hanya sedikit trek lurus untuk mengambil napas. Jadi kudu pinter-pinter mengatur irama gowes.

Read more… »

 

About Author

Dunia saya yang tidak jauh dari tulis menulis membuat aku mencoba membikin blog sederhana ini. Isinya, selain apa yang sudah aku tulis buat media tempat aku bekerja, juga berisi catatan-catatan ringan sepanjang punya waktu buat ngeblog. Semoga blog ini berguna.

Resources

Untuk membuat blog ini, banyak sumber dan rujukan aku gunakan. Untuk di luar media tempat aku bekerja, sumber aku kutip langsung di tulisan. Jika pemilik sumber keberatan, silakan layangkan surat keberatan ke email saya. Nanti akan saya cabut tulisan tersebut. Untuk semua sumber, saya mengucapkan terima kasih telah menjadi bahan tulisan saya.