agus sur – another side of …


December 19, 2008

Paku Kehidupan

Category: Renungan – Tags: , , , – admin 4:50 pm

Sejak “memperoleh” tubuhnya, manusia mulai memasuki sekolah kehidupan. Yang dihadapi setiap hari tak lain adalah “pelajaran” demi” pelajaran”. Setiap pelajaran selalu diulang sampai kemudian dikuasai. Tak ada kata salah-benar, yang ada hanya pelajaran. Proses belajar itu tak ada akhirnya. Orang lain adalah cermin bagi kita. Seperti apakah hidup kita nanti amat tergantung pada diri sendiri.

Anto memiliki tabiat yang kurang baik. Gampang marah, memaki, atau ngomel. Suatu hari sang Ayah memberi sekantung paku seraya berpesan, setiap kali marah atau ngomel, ia harus menancapkan sebuah paku pada kayu pagar belakang rumah.
(more…)

October 1, 2008

Berdoa

Category: Renungan – Tags: , – admin 4:31 pm

Suatu malam, saat Bruder Bruno sedang berdoa ia diganggu oleh koak seekor katak raksasa. Semua usaha untuk mengabaikan koakan itu tidak berhasil. Maka ia berteriak dari jendela, “Diam! Aku sedang berdoa.”

Bruder Bruno itu seorang Santo. Maka perintahnya segera dipatuhi. Setiap makhluk hidup menahan suaranya untuk menciptakan suasana diam yang menguntungkan bagi doa.

Akan tetapi, kini suara lain mengganggu ibadat Sang Bruder. Suara dari dalam hati yang berkata, “Mungkin Tuhan sama senangnya dengan koakan katak tadi daripada nyanyian mazmur-mazmur”. “Apa yang dapat berkenan pada Tuhan dari teriakan katak?” Itu tanggapan Bruno menghina. Tetapi suara itu mendesak, tidak mau diam. “Mengapa kamu berpikir bahwa Tuhan menemukan suara?”

Bruno memutuskan mau menemukan apa sebabnya. Ia mengeluarkan tubuhnya dari jendela dan memerintahkan, “Nyanyi!” Katak raksasa mengoak berirama memenuhi alam, diiringi oleh suara main-main katak-katak di sekitarnya. Ketika Bruno mendengarkan suara itu dengan penuh perhatian, koakan katak tidak lagi mengganggu karena ia menemukan bahwa kalau ia berhenti menolak suara-suara itu, nyatanya suara-suara itu memperkaya keheningan malam.

Dengan penemuan itu hati Bruno menjadi selaras dengan alam semesta; untuk kali pertama dalam hidupnya ia mengerti apa itu artinya berdoa. (Anthony de Mello, SJ, Doa Sang Katak 1)