Minggu kemarin mencoba mampir ke rumah makan yang baru ini. Letaknya di Jalan Condet Raya. Kalau dari Cililitan menyusuri Jalan Condet, maka rumah makan ini terletak setelah SPBU kedua, terletak di sebelah kiri jalan. Apa yang menarik dari rumah makan ini?
Pertama, yang membuat aku mencoba masuk ke rumah makan ini, adalah arsitekturnya yang alamiah. Sewaktu dalam pembangunan saya mengira ini akan menjadi asrama penampungan tenaga kerja wanita yang marak di kawasan Condet. Namun, melihat asrinya tempat, saya jadi sangsi. Lalu saya menebak akan dijadikan rumah tinggal seorang pejabat atau orang yang kaya. Soalnya, letaknya yang di pinggir jalan tentu harga tanahnya sudah selangit. Untuk luasan yang sekitar 5.000 m2 ini tentu sudah senilai miliaran.
(more…)
Kasus sengketa tanah SD- SMP Batuampar mengingatkanku saat mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) beberapa tahun silam. Tidak berkaitan langsung memang, sebab sengketa tanah itu akibat tidak tertibnya administrasi, sedangkan yang aku alami karena aturan yang sudah tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Sengketa lahan sekolah gara-gara tidak tertib administrasi sehingga tanah yang sama bisa dijual ke du a pembeli. Sementara itu, Condet (Kelurahan Batuampar, Balekambang, Kampungtengah) yang ditetapkan sebagai cagar budaya, membatasi bangunan di wilayah cagar budaya itu hanya 30% bangunan. Kenyataannya, banyak bangunan yang lebih dari ketentuan itu sebab tanah di Condet sudah dikaveling-kaveling.
Banyak tanah yang luas dipecah-pecah menjadi lahan siap bangun seluas 100 m2 – 200 m2. Bisa dibayangkan, untuk lahan 100 m2 dan hanya boleh dibangun 30%, apa iya mau membangun rumah seluas 30 m2? Yang ada akal-akalan bagaimana aturan itu bisa ditelikung. Untuk itu perlu oli berlambang Bank Indonesia! Saat mengajukan IMB dulu, butuh Rp 5 juta agar IMB keluar. Ini masih mending sebab ada yang sudah keluar Rp 10 juta belum kelar-kelar juga perijinan itu.
Karena cagar budaya sudah dipindah ke kawasan Situ Babakan, kenapa aturan cagar budaya Condet tidak dicabut saja?
(more…)
Dulu, Condet ditetapkan sebagai Cagar Budaya Betawi. Apa daya, gerusan roda ekonomi pembangunan meluluhlantakkan cagar budaya itu. Condet kini dipenuhi townhouse dan asrama TKI. Dulu, pertama kali ke Jakarta saya tinggal di rumah saudara di Condet dan langsung tertarik dengan wilayah yang tidak jauh dari terminal bus antarkota Cililitan (waktu itu). Ada kebun salak, rumah Betawi, serta ramai celoteh dialek Betawi.
(more…)