Banyak yang mengira sepeda lipat itu ringkih. Padahal, dulu sepeda lipat itu digunakan untuk perang. La, masak buat perang dibikin ringkih?
Tapi memang sepeda lipat jaman kini lebih banyak digunakan untuk layanan santai jarak pendek dengan medan yang sudah bermartabat. Perang sudah tidak jaman lagi, sekarang ini perang melawan kemacetan. Nah, untuk menghadapi perang semacam itu, sepeda lipat yang sering disingkat seli dan diplesetkan menjadi sepeda licik (karena bisa dilipat sehingga ringkas dan masuk bagasi taksi manakala sudah capai menggenjot) memang menjadi senjata andalan.
(more…)
Ada teman menawari untuk mencoba sepeda lipat merek Hassa seri F2. Ini sepeda lipat dengan ban berukuran 16 inchi. Cocok buat komuter, masuk bus tranj tak memenuhi tempat, masuk kereta pun bisa nyempil.

hanya ilustrasi
Cuma, dari awal aku memang tidak ada rasa dengan sepeda lipat (seli) berukuran 16 inchi. Temen bilang, kayak main sirkus saja. Ya, rasanya lucu sekali dengan tinggi badan 170-an cm dan berat yang langsing menggunakan seli kecil itu.
Tapi, komentar tanpa mencoba tentu tak elok. Makanya, saya pun antusias saja suruh mencoba. Ya namanya juga mencoba. Enak ya syukur, gak enak ya kudu disyukuri. Pernah mencoba, begitu statusnya.
(more…)