agus sur – another side of …


April 12, 2009

Ngotot atau Sok Intelek?

Category: Catatan Pribadi – Tags: , , – admin – 8:41 am

Di sebuah milis gadget ramai diperbincangkan soal larangan menyalakan ponsel dan alat elektronik sesaat pesawat lepas landas dan mendarat. Sekali lagi, sesaat, pada saat – bukan selama penerbangan. Dari banyak komentar yang masuk, kebanyakan bisa menerima aturan itu. Tapi beberapa menolak dengan mengeluarkan argumen mereka yang ilmiah. Saya hanya tersenyum2 saja. Wong pinter ning ora andhap asor anane waton suloyo… (terjemahkan sendiri yang bukan orang Jawa).

Postingan ini sudah lama mengendap di draft. Saya keluarkan karena belum lama ini melihat kejadian yang serupa. Bubaran gereja di tri hari suci paskah adalah saat2 yang menguji kesabaran. Mobil harus keluar satu per satu dan terkadang harus mengalah kepada orang lain. Selain itu kita harus mau menyandarkan pikiran untuk percaya pada petugas dalam mengatur arus lalin.

Nah, kejadian yang aku lihat beberapa waktu lalu soal kengototan seorang bapak2 yang mau menerobos aturan karena arus yang diberikan petugas membuatnya ia memutar arah. Saya merasa kasihan kepada Bapak itu bahwa ia lupa habis dari gereja. Eh, tapi ada hubungannya enggak ya? Maksudku, habis pulang gereja mbok ya masih ada damai di hati yang menyelimuti.

Bapak tadi memang benar bahwa arus yang diberikan tidak efisien … baginya. Tapi kalau ia berpikir kepada orang lain, arus itu menurutku wajar saja. Daripada macet tidak begerak, lebih baik bergerak meski arah gerakan itu melambung. Nah, Bapak tadi mencoba memecah arah itu demi kepentingannya diri sendiri. Kalau dipaksakan, bisa saja ia lepas dari kemacetan dan melenggang sendirian.

Namun apa akibatnya. Arus menjadi kacau, petugas kehilangan wibawa, dan umpatan dalam hati dari beberapa orang yang melihat “arogansi”. Bapak tadi  mungkin tak peduli. Tapi saya yakin penumpang yang ada di dalamnya tak semuanya begitu.

Kembali ke aturan di pesawat, menurut saya ya patuhi saja meski jika ditinjau dari kajian ilmiah aturan itu lemah dasarnya. Di sini bukan soal lemah atau tidak, tapi aturan itu sudah berlaku dan diakui di seluruh dunia. Selama aturan itu belum diubah, ya tak ada salahnya mematuhi. Toh cuma beberapa saat kok. Daripada dilihat orang sekeliling hanya ingin menunjukkan kita intelek.

Intelek tapi tak patuh pada aturan? No comment ah!

2 Comments »

  1. itu namanya “Krisis Disiplin” om…
    semua orang punya porsi masing-masing dalam “memerangi” nya..kebetulan, ane ada di porsi lantas nya…hehehehehee….coba liat ini http://digitalmbul.com/blogs/2009/03/19/jl-irian-belakang-bii-thamrin-lagi/

    Comment by Rio — April 14, 2009 @ 11:55 am

  2. Betul Gus, orang memang sebaiknya rendah hati, bukan rendah diri lho ya.
    Manusia zaman sekarang, terutama banyak yang punya hobi baru – ngomel, ngedumel, protes sak karepe dhewe – padahal perilaku seperti itu bukan hanya melukai hati orang lain, tapi juga mendatangkan kepahitan dalam diri sendiri.
    Mencoba berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, seluruh isi semesta alam, itu yang sepertinya harus kita latih. Agar kita dapat menjalani hidup dengan penuh sukur dan sukacita. GBU!

    Comment by shinta — May 11, 2009 @ 6:24 am

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> .