Beruntung Sirkuit Karawaci tidak digunakan sebagai ajang balapan A1. Kalau dipaksa, akan memalukan Indonesia di mata dunia. Begitulah kira-kira komentar Helmi Sungkar di harian Kompas.
Ya, setelah menjajal dan melihat sirkuit, saya sependapat dengan omongan tokoh balap nasional itu. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi nilai minus sirkuit jalan raya pertama dan tercepat (begitu klaim panitia) di Indonesia itu.
Pertama soal infrastruktur. Begitu masuk pintu loket dan harus menyeberangi sirkuit untuk menuju tribun, saya langsung tercekat melihat jembatan penyeberangan yang acakadut. Rangkanya menggunakan steger dan undakannya menggunakan undakan proyek. Saat menapak border alasnya menggunakan kayu multiplek. Jangan berharap ada pegangan yang memadai. Sungguh mengenaskan. Begini mau dijadikan ajang internasional?
Selepas naik tangga, saya kembali berdecak heran. Pembatas jembatan penyeberangan hanya menggunakan pagar BRC tanpa atap. Tak heran ketika balapan masih berlangsung orang sempat menoleh ke sirkuit dan berhenti sejenak. Kekokohan struktur jembatan ini pun membuat nyali beberapa wanita menciut. “Wah, untung selamat sampai seberang. Tadi saya sempat deg-degan sebab jembatannya goyang-goyang,” begitu ujar seorang ibu yang menggandeng seorang anak saat sudah berada di luar area sirkuit.
Masih dari harian Kompas, seorang pebalap juga mengeluhkan penonton yang berdiri di pinggir lintasan. Harusnya ada jarak sekitar 2 m.
Yang kedua soal kondisi trek. Pada trek yang baru memang jalanan mulus meski saat menjajal trek banyak kerikil yang terlepas. Saya tidak tahu apakah ini memenuhi standar atau tidak. Sedangkan pada trek jalan raya agak sedikit bergelombang. Untuk kendaraan touring mungkin tak terasa. Entahlah kalau untuk kendaraan A1. Logikanya pasti gerodokan karena jarak bodi ke tanah lebih rendah.
Minus terakhir, akses jalan masuk-keluar. Karena diselenggarakan di antara pusat perbelanjaan dan olahraga (golf), tentu saja gelaran ini menambah hiruk pikuk daerah ini. Terlebih area ini juga dikepung perumahan. Akses masuk-keluar ke jalan tol hanya satu, yakni pintu Tol Karawaci. Mungkin ini bukan kendala kalau saja akses ke sini lancar.
Masalahnya, seperti yang saya alami waktu pulang yang terjebak kemacetan berjam-jam sampai akhirnya berhenti untuk makan malam, akses keluar ini terhambat oleh aktivitas pengunjung mall yang lalu lalang menyeberang jalan dan salah satu ruasnya terjadi penyempitan karena menjadi pintu keluar-masuk area parkir kendaraan roda dua. Alhasil, akses jalan yang hanya dua jalur itu terpotong setengahnya.
Beruntung saya dan komunitas sempat menjajal lintasan satu seperempat trek. Memperoleh antrian kedua dari belakang, saat masuk sudah berkonvoi komunitas lain dalam kecepatan yang lumayan tinggi. Terpaksa lajur yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga terbentuklah dua lajur lintasan. Situasi menjadi kacau ketika beberapa komunitas berhenti di pinggir trek untuk berfoto-foto ria. Hmmm … narsis.com. Sementara di lintasan sendiri ada beberapa mobil dari sebuah komunitas yang melajukan kendaraan dengan ugal-ugalan.
Akhirnya, panitia pun menutup lintasan dan “menghalau” semua mobil yang ada di lintasan untuk keluar. Kasihan komunitas terakhir yang baru saja masuk dan belum mencapai satu putaran langsung di suruh keluar.
Seperti yang sudah disinggung tadi, keluar bukan lalu urusan selesai. Kemacetan langsung menghadang sehingga untuk putar balik menuju pintu tol pun tidak bisa. Alhasil karena muter-muter mencari jalan keluar tidak bisa, aku dan teman-teman sekomunitas memutuskan berhenti di sebuah warung makan.
Kita tunggu nanti bulan November apakah semua kekurangan tadi sudah diperbaiki sehingga gelaran A1 di sirkuit jalan raya pertama di Indonesia pun bukan menjadi sebuah mimpi.
by Lippo Village Street Circuit « Impossible is Nothing, on February 11 2009 @ 3:21 pm
[...] lain dari rekan-rekan DTC ada disini dan disini Possibly related posts: (automatically generated)Transportasi Layak dan AmanHiruk Pikuk BiofuelA1GP [...]
by andi, on September 13 2009 @ 10:56 am
minta fotonya yang jelas dong ???????????
kita kan msih penasaran …?????????????????
by andi, on September 13 2009 @ 10:57 am
kirim ke alamat yahooooo q ya …