Tiba-tiba saja AC berasa enggak dingin. Namun karena gak paham soal otomotif ya cuek saja. Baru sadar setelah hawa kabin menjadi semakin panas meski AC sudah disetel full. Setelah lihat indikator temperatur yang naik tajam baru ngeh, ada yang gak beres dengan sistem pendinginan.
Beruntung aku sudah sampai di pelataran rumah. Namun berhubung hari sudah malam maka saya tunda untuk ngecek radiator. Jadi ya langsung masuk rumah dan tidur.
Esok harinya baru buka kap mesin. Belum menemukan hal yang aneh selain reservoir air radiator kosong melompong. Cek air di radiator juga kosong. Berhubung tak mengerti soal permesinan makanya telepon teman dan dikasih salah satu penyebab, yakni pompa radiator sudah lemah. Telepon ke bengkel bagaimana cara membawa mobil yang kosong radiatornya untuk dicek apakah pompanya bermasalah.
Beruntung – atau apalah namanya – saya sibuk jadi persoalan ini agak terlupakan. Saya memang jarang pakai mobil untuk ngantor. Macetnya enggak bisa aku terima. Mending naik motor atau sepeda. Makan waktunya hampir sama, sekitar satu jam. Jauh dibandingkan dengan naik mobil yang bisa dua jam.
Seminggu kemudian baru aku cek lagi ruang mesin. Kali ini agak leluasa sebab tak dikejar-kejar kerjaan. Nah, ini ada apa? Kok berkerak putih? Aku melihat keanehan di samping kepala radiator mengarah ke mesin. Setelah diperhatikan secara seksama ternyata ada bagian ujung pipa di kepala radiator yang patah (lihat gambar yah!).
Setelah tahu penyebabnya maka aku pun berusaha mengakali agar masih bisa disambung. Menyelipkan pipa kecil sampai mengelemnya dengan lem epoxy ternyata tak membawa hasil. Terpaksa membeli kepala radiator yang ternyata murah juga dibandingkan dengan mengganti kepala radiator dari kuningan. Ya, harganya sekitar Rp 110 ribu dan aku peroleh di Pasar Onderdil Pasar Palmerah.
Kepala radiator dah dapat, sekarang tinggal cari bengkel radiator di dekat rumah. Alasannya biar air radiator tak cepat habis saat kendaraan aku bawa ke bengkel tersebut. Soalnya bagian yang patah cuma aku ikat dengan benang sehingga air masih menetes.
Dengan ongkos Rp 100 rb (dari harga awal Rp 120 rb) sekarang permasalahan AC yang gak maknyus sudah terselesaikan.
Beginilah kalau enggak paham soal otomotif. Perlu waktu lama untuk mencari sumber permasalahan.