agus sur – another side of …


January 19, 2010

Drini, Sendiri Menyepi

Category: Plesiran – Tags: , , , , – admin – 2:08 pm

Ya, ke Pantai Drini kita bisa menyepi di pinggir pantai berpasir putih. Jika mau berendam, berjalanlah agak jauh dan akan menemukan semacam atol di bawah “kerindangan” batu karang.

033Pantai Drini berada di kawasan pantai selatan Gunung Kidul, yang membujur dari Pantai baron di Barat hingga Pantai Siung dan Pantai Wediombo di Timur. Pantai ini masuk wilayah Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Saya tertarik ke sini karena belum pernah dan mendapat kabar bahwa pantai ini cukup sepi. Jarak dari jalan raya cukup jauh melalui perbukitan dan jalan kecil. Berbeda dengan Pantai Baron misalnya, yang sudah terkenal dan aksesnya mudah.

Ada sedikit kejadian yang memalukan. Berbekal dengan koordinat GPS yang saya peroleh dari navigasi.net, saya pun meluncur ke Pantai Drini. Melalui kelokan, tanjakan, dan juga turunan – khas wilayah Gunung Kidul – saya pun sampai di gerbang Pantai Baron. Sebelum sampai parkiran Baron harus belok kiri kalau mau ke Pantai Drini. Meski sudah melewati plang Pantai Drini ke arah kiri namun aku cuek saja sebab pemandu belum bilang belok kanan. Sampai melewati plang Pantai Drini lagi masih juga belum diberi tahu.

Akhirnya beloklah ke kanan ke arah Pantai Krakal. Dari sini ternyata GPS menunjuk ke arah Barat. Tapi, mana jalannya? Tak menemukan jalan membuat aku putar arah dan kembali ke jalan raya lalu mematuhi plang tadi. Ah, teknologi tak selalu membantu hehe ….

Setelah melalui jalan sempit, berkelok, menanjak, dan akhirnya turun, sampai juga di pelataran tempat parkir Pantai Drini. Hari sudah siang, matahari tepat di atas ubun-ubun. Namun, parkiran begitu adem sebab beberapa pohon besar menaungi parkiran. Jauh berbeda dengan parkiran Pantai Krakal atau Pantai Baron. Sempat ragu-ragu, apakah mau turun atau tidak? Perut keroncongan mengalahkan segala tanya. Kami pun turun dan bertanya-tanya apakah ada ikan segar yang bisa dibakar? Ternyata masih ada. Ya sudah, kami turun dan memesan ikan bakar.

Setelah kenyang, baru kami jalan-jalan menyusuri pantai. Panas memang. Tapi ya bagaimana lagi? Sudah kadung datang ke sini, ya nikmati sebisanya to?

051Mengapa dinamakan Pantai Drini? Ternyata Drini adalah nama pohon yang tumbuh di pulau karang tak jauh dari tempat parkir, tepatnya di sebelah kiri. Konon kayunya dapat dipakai sebagai penangkal ular berbisa. Sayang, saya tidak tanya lebih detail yang mana yang namanya pohon drini. Berharap bisa bertanya ke orang yang jaga tangga menuju ke batu karang ternyata tidak ada orangnya.

Serupa dengan karakter pantai selatan yang berkarang, begitu juga dengan Drini. Akan tetapi di sini terdapat saluran – yang akhirnya dibuat lebar dengan dikeruk – yang bisa digunakan untuk keluar masuk perahu nelayan.  Jika datang siang, maka akan kita lihat kesibukan beberapa orang menyiapkan kail untuk ditebar ke tengah laut malam harinya.

Hamparan pasir putihnya sesungguhnya nyaman untuk digunakan bermain-main. Sayang, terik mentari begitu menyengat. Alhasil kami pun mencoba naik ke pulau karang yang ada di sisi kiri. Lokasi Pantai Drini sendiri diapit bukit yang menjorok ke laut. Jadi terisolir. Cocok untuk menyepi.

Untuk ke pulau karang ada tangga yang sudah dalam kondisi rusak. Harus hati-hati terlebih jika membawa anak kecil. Selain pijakan yang sudah retak, pegangan tangan juga ada yang sudah hilang. Terpeleset bisa berakibat fatal sebab di bawah karang siap menerkam.

Melewati kanopi tanaman pandan, sampai di puncak pulau karang. Ada bekas saung dan semacam mercua suar. Entah masih berfungsi atau tidak. Dari atas sini, hamparan laut membiru begitu indahnya. Dipadu dengan gulungan ombak. Jika musimnya tepat bisa menjadi tempat berburu matahari terbit atau tenggelam.

Hamparan karang memang mengganggu bagi yang ingin bermain air. Namun kalau tetap ingin bermain air, cobalah berjalan ke arah timur dari pulau karang. Saya melihat ada beberapa orang yang mandi di danau dekat pulau karang. Memang, harus menyusuri karang yang lumayan jauh. Jika tak mau mandi di laut, mencari ikan di sela-sela karang bisa menjadi hiburan tersendiri. Cuma, saya tidak melihat ada yang menjual jaring kecil seperti yang ditawarkan di Pantai Kukup.

Berbagai biota laut seperti ikan-ikan kecil, keong, kepiting kecil, dan tripang akan gampang kita temui sambil menyusuri pinggiran pantai. Ikan laut yang berwarna-warni kontras amat menyenangkan bagi anak-anak. Hanya saja sulit untuk dipelihara di rumah.

Sore hari sepertinya menjadi waktu yang tepat menikmati pantai ini. Cuaca sudah begitu ramah, pantai yang relatif masih bersih, suasana yang tidak ramai. Drini, memang tempat yang cocok untuk sendiri menyepi.

Koordinat Pantai Drini: S8.13761 E110.57679

034 036 038

2 Comments »

  1. Drini memang mantap…pantai yg punya teluk mini dengan air yg bening dan ombak yg relatif minim, bbrp foto ttg drini jg ada di multiply saya

    Comment by jerry — January 19, 2010 @ 5:19 pm

  2. yap. kapan2 pingin ke sini lagi.

    Comment by admin — January 19, 2010 @ 6:21 pm

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

XHTML ( You can use these tags): <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> .