Manusia sulit berpura-pura soal “jerohannya”. Ada beragam jejak yang bisa dibaca orang tentang kepribadiannya. Bahkan orientasi seksual pun terpampang jelas melalui beberapa anggota badan. Salah satu tanda untuk menguak hal itu adalah tulisan tangan.
Ya, tulisan tangan yang sudah jarang kita lakukan seiring maraknya layanan pesan singkat dan surat elektronik itu bisa menjadi pintu gerbang buat mengorek kepribadian dan karakter kita. “Tak bisa disangkal lagi bahwa tulisan tangan seseorang itu khas. Karakteristik bentuknya tidak bisa benar-benar ditiru oleh orang lain,” tulis Camillo Baldi dalam bukunya A Method to Recognize the Nature and Quality of a Writer. Buku ini diterbitkan tahun 1622 dan diyakini menjadi buku pertama yang menganalisis tulisan tangan. Camillo sendiri adalah dokter dan filsuf dari Italia serta guru besar di Universitas Bologna.
Tulisan tangan memang bukan hasil karya tangan semata. Ada yang menyatakan bahwa tulisan tangan seharusnya disebut dengan tulisan otak sebab perintah gerak yang membuat tulisan berasal dari otak, bukan dari tangan. “Makanya tidak aneh jika ada orang yang bisa menulis menggunakan kaki,” kata Achsinfina H.S.,CHA, grafolog yang berpraktik di kawasan Bintaro.
Menurut Sinta, begitu Achsinfina H.S.,CHA dipanggil, karakter seseorang merupakan rangsangan dari lingkungan sejak kecil hingga besar. Bentuk atau ukuran huruf seseorang bisa saja berubah, tapi gerakan spontan saat anak-anak membuat “tulisan cakar ayamnya” akan tetap terlihat.
90% lebih akurat
Untuk bisa dianalisis tentu saja kita harus menyerahkan hasil tulisan tangan kita. Sinta mensyaratkan minimal kita membuat 15 baris tulisan. “Tiga baris sih sebenarnya oke-oke saja,” kata wanita yang memperoleh Certificate Handwriting Analysis dari negeri Paman Sam ini. Tulisan tadi harus digoreskan di atas kertas HVS berbobot sekitar 80 g tanpa garis. Mengapa polos? Baseline atau kerataan tulisan ternyata termasuk faktor yang dinilai.
Tidak ada ketentuan harus menulis apa. Bukan cerita yang dinilai. Juga tidak perlu mengerahkan ingatan bagaimana membuat tulisan halus. Grafologi tidak melihat apakah tulisan Anda cantik atau berantakan. Cuma, untuk alat tulisnya harus menggunakan bolpoin standar. Lebih bagus warna hitam. Alat tulis seperti boxy atau pulpen, menurut Sinta, dapat membuat analisis bias sebab kuat lemah tekanan tulisan tidak terbaca.
Cukup itu saja dan tunggu “ocehan” Sinta soal watak Anda. Jangan marah atau tersinggung ketika Anda baru menyadari ada sifat negatif yang ngendon di tubuh Anda. Mungkin Anda bingung. Kok hampir semuanya cocok ya? Intisari sendiri hanya mengiya-iyakan saja sambil tersipu-sipu ketika coretan-coretan hasil wawancara “dibaca” Sinta.
Ada beberapa karakter dan goresan yang bisa digunakan untuk mengintip karakter seseorang. “Misalnya huruf o, i, atau t,” kata Sinta. Perhatikan huruf “o” yang Anda buat. Jika tidak menutup sempurna pertanda Anda cenderung berbohong. Huruf “o” juga menguak seseorang apakah ia teliti atau tidak. Dari penulisan huruf “i” bisa ketahuan apakah seseorang peduli pada detail atau tidak. Sementara huruf “t” akan memberikan pembacaan soal kepercayaan diri. Tentu saja analisis tidak hanya melihat satu huruf saja. Aspek lain pun akan mempengaruhi penilaian karakter seseorang.
Besar kecil huruf (yang diukur menggunakan penggaris), fluktuasi tulisan (makanya, Sinta menyuruh kita menulis di kertas tanpa garis), kecondongan tulisan (apakah miring ke kanan, tegak, atau miring ke kiri), serta lebar tulisan merupakan beberapa aspek yang turut berperan dalam penilaian. Dari kecondongan tulisan, bisa diteropong kehidupan sosialnya. “Jika tulisannya miring ke kanan maka penulisnya memiliki kehidupan sosial yang bagus. Miring ke kiri, cenderung melihat diri sendiri sebagai center,” kata Sinta yang mendalami grafologi karena keisengannya ini.
Sebenarnya, semua orang bisa mempelajari grafologi ini. Tidak ada kualifikasi khusus untuk menjadi grafolog. Hanya kemampuan untuk disiplin saja modalnya. Soal keakuratan penilaian, Sinta menyatakan bahwa di atas 90% analisisnya sesuai dengan karakter ternilai.
Tak jadi cerai
Hasil analisis tulisan tangan bisa digunakan di segala aktivitas manusia dan bermacam interaksi. Mulai dari mencari karyawan yang tepat sampai menemukan pelaku kejahatan. Bahkan bisa digunakan sebagai terapi yang dikenal dengan graphotherapy. Pada anak, terapi grafologi ini bisa digunakan untuk meminimalkan sifat negatif, dan memaksimalkan sisi positifnya.
Berkaitan dengan kriminalitas, Sinta pernah menangani kasus pencurian ponsel di sebuah sekolah. Ya bermodalkan dari tulisan tangan orang-orang yang dicurigai. “Polri juga memiliki grafolog kok!” kata Sinta yang baru tahu hal itu ketika ia didatangi polisi yang juga grafolog. Dalam dunia kriminalitas, tulisan tangan bisa menjadi kunci menguak kejahatan selain DNA dan sidik jari.
Dulu sewaktu masih bekerja dan ia melihat surat lamaran di meja temannya, Sinta pasti berkomentar soal kepribadian pelamar. Temannya tak percaya. Akhirnya pelamar tersebut dipanggil dan apa yang disampaikan Sinta sesuai dengan gambaran pelamar. “Saya sampai dibilang dukun,” kata Sinta yang pernah bekerja di sebuah maskapai penerbangan dan perusahaan perminyakan ini.
Betapa cairnya fungsi grafologi ini bisa dilihat dari klien-klien yang sudah ditangani Sinta. Mulai dari anak-anak sampai lanjut usia. “Ada bapak-bapak berusia 75 tahun yang datang ke saya. Ia anggota FAO PBB. Bertanya apa saja yang bisa diperbaiki dari dirinya.” Sinta pun pernah diminta untuk membantu kliennya mencari pengasuh anak yang cocok. Bahkan lulusan Komunikasi Massa UI ini pernah diminta membantu dalam kasus gugat cerai.
Lewat tulisan tangan pula Sinta pernah mendamaikan sepasang suami istri yang hampir bercerai. Padahal pasangan itu termasuk keluarga berpendidikan. Dua-duanya bergelar doktor. Namun karena karakter keduanya bertentangan, maka bahtera keluarga pasangan itu terombang-ambing. Akhirnya, melalui analisis tulisan tangan pasangan itu bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Kepada harian Republika, Sinta mengakui bahwa banyak klien yang datang kepadanya untuk tujuan menganalisis diri sendiri. “Untuk menggali potensi diri dan kemampuan,” kata Sinta. Dengan mengetahui potensi dan kemampuan, orang tersebut dapat mengetahui karakter diri yang sesungguhnya. Menurut Sinta, di beberapa perusahaan asing di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, grafologi sudah dilibatkan dalam menyeleksi dan promosi karyawan. “Di Indonesia sudah ada, tapi tidak banyak.”
Sinta juga kedatangan banyak anak yang autis. “Kemampuan verbal anak autis memang kurang. Nah, melalui grafologi ini karakter si anak bisa diungkap sejelas-jelasnya. Orang tua bisa mengetahui karakter-karakter yang tidak diketahui,” kata Sinta. Dengan begitu, orangtua jadi tahu bagaimana cara memperlakukan si anak.
Permasalahan anak-anak memang paling banyak dikonsultasikan ke Sinta. Bahkan ada yang berasal dari luar kota. Ada juga orangtua yang sudah tahu karakter anaknya, namun minta bantuan Sinta untuk memastikannya. Ketika Intisari mau pamit, Sinta bahkan bercerita bahwa ada kliennya yang sudah mau masuk SMA tapi memakai kaus kaki saja masih dibantu. Asal tahu saja, untuk menemui Sinta di ruangan berukuran 2,5 x 4 meter per segi itu tamu harus mencopot alas kaki.
Meningkatkan konsentrasi
Jika diperlukan, Sinta tak jarang menyarankan kliennya, terutama anak-anak, untuk melakukan terapi. Banyak anak masa sekarang, terutama yang hidup di kota-kota besar, mengalami masalah seperti tidak mau belajar, cenderung cuek dengan lingkungan, pemarah, pemalu, atau hiperaktif. Dengan menjalani terapi yang terdiri atas empat sesi, anak-anak mulai “dibentuk” ke arah yang positif.
Pengalaman dua ibu berikut – Indah dan Lina – bisa memberi gambaran betapa terapi grafologi membantu mengatasi masalah anak mereka. Indah, ibu dari Jihad Alvaro Sukmaputra, merasa heran ketika ia sering menerima komplain dari guru anaknya. “Saya merasa Avo – panggilan sang anak – itu pintar. Tapi kenapa kok nilai pelajarannya jeblok?” kata Indah.
Indah lalu membawa siswa kelas 3 SD An-Nisaa Bintaro ini ke ruang praktik Sinta pada Oktober 2007. Indah mengetahui keberadaan Sinta melalui media massa. Setelah dianalisis, ternyata Avo memiliki motivasi yang rendah. Sebelumnya, Indah sudah melihat bahwa daya konsentrasi Avo kurang. “Ia juga cuek. Kalau ada PR sering tidak dikerjakan. Sepertinya ia menganggap bahwa itu bukan tanggung jawabnya,” kata Indah.
Meski memiliki motivasi rendah, dari analisis tulisan tangan Avo punya kelebihan di bidang imajinasi. “Kreativitasnya tinggi,” ujar Indah. Setelah hasil tulisan Avo dianalisis, Sinta menawarkan Avo untuk diterapi. Terapi yang terdiri atas empat sesi itu pun dijalani Avo untuk meningkatkan daya konsentrasinya. Tulisan tangan bisa dibentuk untuk mengubah hal-hal yang kurang pada seseorang. “Memang, untuk itu Avo harus menulis tiap hari. Karena saya bekerja, saya hanya mengecek lewat telepon saja.”
Hasilnya? “Sudah tampak perubahannya. Motivasi sudah meningkat. Nilai pelajaran sudah membaik. Begitu juga konsentrasinya sudah meningkat. Lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.”
Pengalaman Lina mirip dengan Indah. M. Rizky Febriansyah, sang anak yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, juga memiliki konsentrasi yang kurang. “Tulisannya enggak bagus. Berantakan,” kata Lina. Ia lalu membawa Kiki, begitu Rizky dipanggil, ke Sinta untuk dianalisis. “Saya tahu Ibu Sinta dari sebuah tayangan di televisi.”
Setelah dianalisis, akhirnya Kiki mengikuti terapi grafologi. Perubahan mulai terjadi pada bulan kedua dan ketiga. “Meski terkadang masih harus diingatkan soal tulisannya,” tutup Lina. Yah, namanya juga masih anak-anak. Yang jelas sudah ada perubahan.
alamat praktek bu sinta dimana ya mas. makasih info nya
Comment by maman sumaman — July 17, 2008 @ 2:38 am
maaf baru kejawab. bisa hubungi di no telp 71009192/71009291 atau 0811 925236
Comment by admin — July 24, 2008 @ 3:18 am
saya tertarik sekali dengan kolom ini. gimana caranya mengirim tulisan saya.trima kasih
Comment by rini — July 24, 2008 @ 3:27 am
coba kontak ke bu sintanya saja. orangnya welcome banget kok.
Comment by admin — July 24, 2008 @ 9:01 am
tulisan yg menarik. kunjungin juga ya blog kami
Comment by penulis — December 18, 2008 @ 10:58 pm
saiya ingin menjaani tes grsfologi, tp berdomisili di sol. bagaimana caranya ya ?
ad yang bisa membantu
Comment by nia — December 25, 2008 @ 3:14 pm
saiya ingin menjaani tes grsfologi, tp berdomisili di sol. bagaimana caranya ya ?
ad yang bisa membantu
>> coba sms ke 0811 925236. nanti akan dibantu caranya
Comment by admin — December 29, 2008 @ 3:09 pm
saya jual buku tentang grafologi yang isinya lengkap.
ada grafologi, ada mannerism (macam2 kebiasaan), dan juga ada typology (mengenal tipe orang melalui bentuk tubuhnya).
harga per buku Rp.50.000
harga segitu karena manfaatnya sangat banyak sekali.
bisa digunakan untuk mengenali karakter orang lain, lawan, kawan, teman dll.
bisa juga untuk menyiasati masuk lapangan pekerjaan yang testnya menggunakan jasa grafolog.
bisa juga diaplikasikan untuk mendiagnosa penyakit seseorang melalui cacat pada tulisan orang tersebut.
Hub:085743283327 (aris azhar)
Comment by aris azhar — January 13, 2009 @ 2:24 am
Aku tertarik bgt ma grafologi, ngmg2 kul jrsan pa ya biar bs ambil jurusan grafologi?
Comment by Zea — February 12, 2009 @ 10:31 pm
O ya…ketinggalan, aku pgen ikut tes grafologi..
berdomisili di Madiun, dmn adax??
Comment by Zea — February 12, 2009 @ 10:32 pm
saya ingin ikut test grafologi ini,.
saya tinggal di tebing tinggi kota kecil dekat medan.apa bisa pake pos?
alamatnya bu sinta bs tlg kirimi ke email saya.trus biayanya berapa yah?
thanks
Comment by nurul — March 18, 2009 @ 7:26 pm
coba saja telp/sms ke beliau di 71009192/71009291 atau 0811 925236
Comment by admin — March 22, 2009 @ 11:03 pm
mo tanya ya mas,
kalo nyari alamat forum komunitas grafologi gimana caranya ya,?
tak cari kok gak ketemu2
Comment by firdous — May 12, 2009 @ 9:25 pm
Artikelnya menambah wawasan…Terima kasih banyak!
Comment by yuda — June 28, 2009 @ 7:03 am
Hr ini saya dpt info ttg grafologi dr jawa pos. Saya sangat tertarik untuk tau lebih jauh. Terutama untuk anak saya Alief 16thn. Saya bisa konsultasi kemana ya? Saya tinggal di Surabaya.031 70994089, 0813 3177 6664.
Comment by Hanny — September 28, 2009 @ 8:04 pm
Kalau memang hrs ke Bandung dimana ya alamatnya? Krn saya ingin secepatnya dpt solusi untuk Alief (mungkin untuk saya juga perlu). Terima kasih.
Comment by Hanny — September 28, 2009 @ 8:13 pm
saya sangat tertarik dengan grafologi ,saya ingin belajar mendalaminya dimana ya tempat kursusnya
Comment by suroto — September 28, 2009 @ 8:49 pm
Saya baru saja membaca mengenai grafologi di sebuah surat kabar, Saya tertarik untuk mempelajarinya, dimana saya dapat mempelajarinya? thanks
Comment by R Diena Wulandari — September 29, 2009 @ 6:59 am
saya juga ingin sekali belajar grafologi. katanya bisa belajar jarak jauh ya? bagaimana caranya? thank
Comment by tyan — September 29, 2009 @ 9:12 am
terima kasih atas informasinya…
Comment by Kurniawan — September 29, 2009 @ 9:58 am
aku bener2 butuh solusi… gmn carax mhubungi???
Comment by shanty — September 29, 2009 @ 7:37 pm
pa bka prktek di mdiun ??
kmii ingin mmplajari ilmu grafologi ni ..
tmpt prktek dmn ? ?
Comment by ariin — September 29, 2009 @ 9:44 pm
saya benar2 tertarik dgn grafologi. bgmn cara menghubungi bu.Sinta? apa hnya dgn sms/telp bs mndapat informasi lbh lanjut?
Comment by leli — September 30, 2009 @ 8:45 am
silakan telp atau sms dengan beliau. welcome kok orangnya. saya juga sudah sms beliau untuk nengok halaman ini. terima kasih atensinya semua. saya tidak bisa membantu banyak.
Comment by admin — September 30, 2009 @ 11:45 am
Apa ada klinik spt Bu Sinta di smg? apa diLPK UNIKA ada?
Comment by rosy — September 30, 2009 @ 7:41 pm
mengapa…???
yaa..bentuk tulisan aku iitu….berubah terusss…..
Comment by khafid — October 1, 2009 @ 10:16 am
Hub:085743283327 (aris azhar)>>>>>
sy tertarik penawaran Anda, tp nmr nya kok tdk bisa di hubungi?
trima kasih
Comment by mahfud — October 1, 2009 @ 8:13 pm
Mas Aris Azhar..
Saya tertarik dg buku yg Mas tawarkan..
Tolong kirim detailnya ke email saya : cahyadimas@ymail.com
Atau YM saya : dimas_better
Comment by Dimas — October 4, 2009 @ 8:53 am
saya ibu rumah tangga yang ingin sekali belajar grafologi, katanya ada sekolahnya, gimana caranya ya….
Comment by lilyana — October 5, 2009 @ 11:29 am
alamat sekolah grafologi di jakarta milik Pak Sapta di mana ya ?
atau kalau bisa ada situsnya nggak ?
Comment by agus — October 11, 2009 @ 12:42 pm
saya juga tertarik untuk pelajari grafologi,,,,,
saya punya buku tentang grafologi,,tetapi bagi saya tu kurang lengkap..apa ada buku yang ulasannya lebih mendetail???
Comment by ulan — October 20, 2009 @ 9:26 am
gmn bila pengen beljar grafologi scra otodidak
Comment by arif — October 30, 2009 @ 3:22 pm
Mbak Sinta ini yang tanggal 7 November pagi ada di acaranya Tv One? Sepertinya beliau juga mengeluarkan buku “Menggali potensi anak lewat coretan tangan” ? Siapa penerbitnya?
Comment by fitria — November 7, 2009 @ 2:03 pm
saia tertarik untuk mendalami bidang ini!
satu yang saia ingat dari kata-kata b.sinta tadi adalah bahwa semua orang bisa mempelajari grafologi ini. Tidak ada kualifikasi khusus untuk menjadi grafolog. Hanya kemampuan untuk disiplin saja modalnya.
saia akan mencoba menjadi anak yang disiplin!!!hanya itu modalna
terima kasih
Comment by aprilia — November 7, 2009 @ 6:58 pm
sy tertarik bljr n mengetahui potensi sy, kl d smg di mn yah???
Comment by arief — November 17, 2009 @ 11:31 am
slmt siang pak/ibu…
Saya apriliya, lulusan psikologi peminatan Industri dan organisasi universitas airlangga surabaya th 2009 ni. 2-4 th ke dpn sya pny rncana utk mlanjutkan kuliah S2 ato setingkatnya yg sesuai dgn minat sya. Dan saya sgt ingin mjd HRD yg mempunyai keahlian khusus tdk hny mampu mengoperasikan alat tes smata. dan sudah lama sya tertarik dgn grafologi dan palmistry. karena ilmu ni sgt mmbantu dlm dunia HRD mnrt sya. sya pnah membaca tlsan ni di JawaPos 2 bln lalu. n niat sya utk melanjutkan kuliah semakin kuat, dan skrg sya sdang mengumpulkan uang utk biaya kuliah nanti. yg sya ingin tnyakan, apakah di SURABAYA pendidikan ttg grafologi ada? jk ada dmna? setau sya cm da di Bintaro JKT, bandung dan bali. qra2 dlm jangka wkt 2-4 th mendatang apakah da cabang baru di SBY? jk da sya hrz menghubungi spa n dmna? thx
Mohon kesediannya utk membalas di alamt email sya. trmksih byk
Comment by Apriliya Wusritaningtias — November 20, 2009 @ 9:57 am
waaahh..aq tertarik bgt ma buku yg ditawarkan mas aris azhar.. di gramedia ada gak ya? judulnya apa? penerbitnya apa? makasi…
Comment by silvy — November 23, 2009 @ 7:53 pm
saya pernah mendengar kata grafologi kalu gak salah di kepolisian, yang digunakan untuk mengungkap/menyelesaikan suatu masalah dan saya tertarik pada ilmu itu.
dengan kolom ini saya jadi sedikit tau akan ilmu grafologi itu..
tetapi saya juga pengen tau hasil dari tes tulisan saya, kira2 bisa gak ya soalnya saya berdomisili di ujung timur pulau madura jadi kalau harus dteng ksna jujur ja.. kayaknya gak punya dana, apa ada alternatif lain ne…?
Comment by shofi wahyudi — January 29, 2010 @ 12:26 am
Kalw minta alamat emailnya Bu Sinta bisa ga’?
Comment by aan — February 22, 2010 @ 1:25 pm
coba ke sinta_soemantoro@yahoo.com
Comment by admin — March 12, 2010 @ 4:03 pm
aahhh dari dulu aku suka banget sama grafologi.
tapi nyari bukunya gak ketemu2.
Comment by syifa — April 12, 2010 @ 10:03 am
buku dari bu sinta sudah diterbitkan kok. coba cari di toko buku gramedia deh. saya agak lupa judulnya
Comment by admin — April 13, 2010 @ 5:18 pm
thanks much…uda nambahin wawasan…
buat aris azhar..saya tertarik… email nya donk… nmrnya susah bgd dhubungin…
Comment by FARIED — May 1, 2010 @ 4:40 pm
siapa aja klu ada tawaran tentang grafologi tlong kabarin saya via face book di faried noerhoeda / f_riedudukowe@yahoo.com
thanks before………jazakumulloh….
Comment by FARIED — May 1, 2010 @ 4:45 pm
aku pengen banget baca bukunya bu sinta,,, judulnya apa ya.. trus perct.nya pa????
Comment by sam — June 7, 2010 @ 4:43 pm
aku bisa dapatkan bukunya bu sinta dimana ….. pengen banget baca ini.
Comment by sam — June 7, 2010 @ 4:54 pm
Mw tanya, klo tulisan tangan sy bs brubah2, trus kadang tulisn sy miring kekanan, jua kadang tegak ?
bs d analisa ga ? ini knp ?
mkash
Comment by min sukardin — July 1, 2010 @ 9:40 pm
banyak pertanyaan yg tdk ada jawabannya…
Comment by Sofyan — July 12, 2010 @ 8:18 am
saya tertarik mendalami atau mempelajari ilmu grafologi…apa jenjang pendidikan nya….di mana sekolahnya….
Comment by dedi — July 24, 2010 @ 2:27 pm
Buat yang ingin tahu lebih banyak tentang grafologi bisa berdiskusi dengan saya via email rahmat68@indo.net.id.
Comment by Rahmat — July 25, 2010 @ 5:56 am
apakah akan diadakan workshop sertifikasi grafologi di surabaya semacam Certified Handwriting Analyst? saya ingin mengikutinya… atau buka sekolah atau kursus grafologi donk di surabaya…. mohon info selengkapnya…
Comment by keke — August 19, 2010 @ 12:16 am